saya masih saja di sini
tak tahu apa yang akan terjadi
dicaci dimaki
kadang saya dibenci
tuan nyonya pandanglah saya
saya tak tahu apa apa
kata bapak berbaju rombeng itu saya yang salah
katanya saya yang membuat dia menangis
tuan nyonya dengarkan saya
sedari tadi saya disini
tak berkutik sama sekali
hanya memandang pria itu yang berdasi
sedari tadi ia sudah pucat pasi
tuan nyonya percaya saya
saya tak membentaknya
saya tak mencubitnya
saya hanya berkata
"dengarkan suara kami hai pria berdasi, jangan cuma mikirin udelmu sendiri"
No comments:
Post a Comment