malam ini saya kembali diberi kesempatan untuk mengungkapkan berbagai pertanyaan tentang komitmen dan cinta
saya masih ingat apa kata kakak laki-laki saya. dia bilang kalau pernikahan itu yang paling utama komitmen buakan cinta. saya agak kurang percaya dengan pernyataan ini, lalu untuk apa selama ini mengatas namakan cinta sebagai pemersatu diantara mereka kalau cinta bukan lagi yang utama?
saya kemudian menanyakan kepada bapak,, beliau bilang "bagaimana pun cinta tetap ada disetiap hubungan, cinta itu landasan, landasan komitmen diantara dua insan yang dipersatukan oleh Tuhan"
oke tampaknya dua lelaki saya yang hebat ini agak sedikit berbeda pendapat.
saya mendapati lagi kenyataan. jadi kakak sepupunsaya (cewek) punya pacar, pacarnya itu sudah sempat dibawa kekeluarga, nah suatu ketika, cowoknya mengajak menikah. namun si cewek harius mengikuti suaminya untuk pindah diluar kota karena pekerjaannya, sedangkan si cewek udah punya kerjaan yang mapan dikota itu. Dan akhirnya mereka tidak jadi menikah
so simple nggak siih putusnya?? ternyata pacaran tak menjamin segalanya.kemudian saya bertanya pada kakak saya, waktu itu ada ibu juga "Kok rasanya cinta nggak berperan banget ya kalau situasinya udah kayak gitu?" kakak saya bilang "itulah saat dimana kita tahu jalan Tuhan, kita jodoh atau tidak" gegara ini saya makin nggak percaya sama yang namanya bualan cinta -,-
yang selalu tertanam didalam diri saya selama ini adalah kata-kata dari ibu saya "kamu itu dek, jangan pernah ngejudge seseorang (pacar) itu jodohmu" yaa tolong jangan diterima mentah mentah pernyataan dari ibu saya ini. maksud ibu saya, banyak sekali kejadian yang membuat orang bertindak bodoh hanya karena dia yakin "itu jodoh saya". yaa blak blakan saja, contohnya seks bebas. dari cerita yang banyak saya dengar, tidak sedikit cewek yang mau diajak melakuakn zina itu karena terkena rayuan gombal para cowok "aku itu jodohmu kelak, jadi kalau kita melakukan ini sekarang kan nggakpapa, toh besok saya juga bakal sama kamu" pokoknya bahasa blak blakannya gitu laah hehe
jadi, sampai saat ini juga saya nggak pernah yang namanya mengandai-andai atau menjudge orang yang bersama saya sekarang adalah jodoh saya. kalau masalah ini saya sependapat dengan ibu saya. sependapatnya pakai BANGET malah. saya tahu, ibu memberitahu saya seperti itu untuk melindungi saya dari ular-ular dunia yang berbisa
okeee balik lagi. saya sudah baca buku dari Ust. Felix Siaw yang "Udah Putusin Aja" yes some how ini buku adalah the best buku ever yang pernah saya baca (thanks to mas danang yang udah beliin buku ini).ini bener-bener membuka mata hati saya untuk memahami cinta sesungguhnya. saya jadi selow dalam menjalani sebuah hubungan dengan lawan jenis.
okee malam ini bapak kembali bertanya kepada saya. sebenarnya ini agak gimana tapi yasudahlah mari diceritakan saja. saya agak ragu untuk menceritakannya karena saya tau saya belum pantas untuk bercerita mengenai ini semua.
bapak "kalau orang yang nggak pacaran dan langsung nikah itu buaknnya dia beli kucing dalam karung ya? bisa aja suaranya kucing tapi dalemnya serigala"
saya "hemmm... saya pernah baca buku, kalau pas pacaran itu sama aja kita lagi sama kucing dalam karung. soalnya pas pacaran iru yang ditunjukin yang baik-baik aja.
*kami sama-sama diam.saya takut melanjutkan kata-kata yang pernah saya baca di buku itu. akhinya terbersit pertanyaan
"emmm bapak pernah nggak selama sama ibu ini ngerasa "kok ternyata ibu kayak gini?""
"yaa sering dek"
(for your info bapak ibu saya sudah pacaran 2 tahun lhoo sebelum menikah)
"naah kan. berarti pacaran itu nggak sepenuhnya mengenal dia yang sebenarnya dong?"
"iyaa tapi kan setidaknya kita mengenal sebagian dari sifatnya"
"yang penting saling ngerti dek, kalau dua-duanya sama-sama egois ya bakalan bubar"
hemmm... untuk pernyataan bapak yang satu ini saya setuju. Lalu kesimpulan yang saya dapat,berapapun lama pacaran, itu nggak menjaminkita mengenal pasangan kita.m Saya jadi mulai berpikir kenapa Islam melarang kita buat pacaran. emmm mungkin karena kita sama aja mengenal kucing dalam karung (?)
ini tulisan bukan tentang kegalauan cinta. saya hanya sedang "mencari". hemmm sampai saat ini masih banyak pertanyaan yang berputar dikepala saya.... andai saya bisa bertemu dengan orang yang bisa melepaskan dahaga saya tentang arti cinta dan komitmen sesungguhnya :') selalu berharap masa itu segera datang. semoga Allah selalu memudahkan jalan saya. Amin
*saya sadar saya masih cupu dalam masalah kayak gini, mohon koreksinya yaaa :)
No comments:
Post a Comment