Jika menunggu dalam tempurung diam adalah suatu bahagia
Lalu apa lagi yg kamu pertanyakan pada dunia
Jika mengucap cinta dalam doa dan percaya
Lalu apa lagi yg bisa buatmu dusta
Kau bawa saja cangkir cangkir kecewa itu padaNya
Pasti digantiNya dengan Permata permata bahagia
Jika malam ini bahagiamu tak datang juga, mungkin lusa
Satu yang pasti, Ia tak pernah ingkar janji
Lalu kau datang lagi padaku dan bertanya tentang perpisahan
Aku harus menjawab apa? Bukan kah ini hanya ironi kehidupan, dipertemukan, kemudian dipisahkan
Harus tau batasan batasan, jangan sekenanya mencaci Tuhan.
Jika memang suatu saat nanti keta dipersatukan, jangan juga kau merasa menang. Bisa saja bahagiamu itu hanya sekali ini datang
Published with Blogger-droid v2.0.10
No comments:
Post a Comment