Pages

Welcome!

Saturday, 16 January 2016

mengenang itu candu

Hay. Barusan membaca salah satu tulisan tentang generasi 90an. Sekitar 2 tahun terakhir ini, mereka (dan mungkin termasuk saya) diajak bernostalgia lewat sebuah buku yg ditulis oleh marchella FP (cmiiw). Bangga doong jd generasi 90an. Dengan segala mainan, jenis permainan, radio, kaset, disket, tamagochi, pensil inul dan masih banyak lagi. Kita terlena dengan masa masa indah itu. Bahkan tak jarang kita memandang rendah generasi setelah kita "lo ga ngerasain sih mainan tamagochi" "lo ga ngerasain gmn asiknya nulis lirik sendiri pake rewind kaset berkali kali" yg kalau boleh saya bilang, segala kalimat itu berakar pada "masa kecil gue lebih bahagia dr pada masa kecil lo"

Dan itu yg kadang bikin sedih siih. Hay, kita hidup dijaman yg berbeda. Mereka, generasi milenium (ceilah panji manusia milenium) punya kebahagiaannya sendiri, punya tantangannya sendiri. Just because kita dulu bisa nonton kartun tiap hari minggu full doesnt mean kita lebih bahagia kan? Kalau memang generasi 2000an dianggap ga bahagia gegara ga bisa nnton kartun tiap hari, ga bisa main gobag sodor, engklek dll ga berarti mereka ga bahagia doong. Wk. Mereka masih punya sarana sarana lain untuk bahagia kok, timezone, renang, youtube (karena disini mereka bisa nnton kartun sepuasnya juga) dan masih banyak lagi. Jangan terlalu chauvinisme sama generasi kita lah wk. Mereka jg bahagia. Toh kita juga hidup digenerasi mereka, dan kita menikmatinya, kan?

Ga perlu deh sok sokan "maaf ya generasi 2000 kalian ga bisa ngerasain itu semua" mereka ga butuh itu wk. Mereka bisa bahagia dengan caranya sendiri tanpa harus lo bayang bayangin apa definisi bahagia menurut lo. Wk.

Entah udah lama ga nulis ginian jd geli sendiri. Semoga apapun generasimu, yg penting kita hidup dijaman sekarang, ga hidup di masa lalu. Hadapi tantangan di depan. Kyaaaa semangat. Kalau nengok nengok ke tokoh masa lalu masih boleh kan ya *eh

No comments:

Post a Comment

Design by | SweetElectric