I miss twitter golden era
Ketika saya merasa bebas menuliskan apa yang saya rasa disaya. Biar orang tau biar orang komentar. Biar orang kepo. Biar semua orang tau arah pemikiran saya, pendapat saya, gagasan saya.
Dan ada satu fitur di dalam twitter yg malam ini rasanya saya menyesal membukanya. Karena di dalamnya tertulis ribuan kata tentang keluh kesah bahagia bahkan rindu pun tak punya malu tertulis disana. Ini sebuah kesalahan. Melemparkan memori saya ke 3 tahun yang lalu. Saat menurut saya hidup adalah tentang cinta dan dia. Huuufttt 3 tahun sudah ternyata. Lama juga. Dan saya pernah sejahat itu. Dan dia pernah seperhatian itu sebaik itu sesayang itu semenderita itu sesabar itu :")
Karma. Kalau memang benar apa yang saya alami saat ini adalah karma, saya harap semoga saya tetap bisa menerimanya dengan lapang dada
Dan saya sekali lagi tak dapat menahan untuk menuliskan sesuatu untuknya. Mungkin tulisan saya untuknya malam ini (bukan tulisan ini) akan saya tertawakan dikemudian hari. Tp namanya juga terbawa rasa, apa salahnya :) kamu boleh membacanya kapanpun. Yang pasti setelah ponselmu menemukan sinyalnya kembali wkwk
No comments:
Post a Comment