Pages

Welcome!

Friday, 27 February 2015

sebelumnya

Hay. Hujan tak semenarik ini sebelumnya. Ia mampu membuat sebuah lengkungan bahagia. Sedikit, terlalu malu dan naif bila terlalu banyak berkata. Tak berani ambil resiko untuk mempertanggungjawabkannya
Hujan tak pernah sesedih ini sebelumnya. Ketika semua tak bisa diputar kembali oleh masa. Masa indah bersama yang berjelaga asmara dan dihujani kata cinta. Hah terlalu lemah untuk meneteskan air mata hanya untuk yang sebenarnya tetap tertinggal disana
Hujan tak pernah sedingin ini sebelumnya. Ia pertama terasa hangat dirasa namun seketika terasa dingin saat setetes tertoreh di atas epiderma. Hampir sama seperti kisahmu bukan? Yang kau kira sama dalam rasa ternyata kau mendapati dirimu hanya terselamur angan tanpa kepastian
Hujan tak pernah sebersyukur ini sebelumnya. Setelah di terpa kemarau tanpa jeda, akhirnya yaa :) hujan, ia mengajarkan untuk mendamba dalam waktu lama tanpa harus mengecilkan asa. Hujan mengajarkan suka cita setelah terasa hidup penuh derita
Hujan tak pernah sebermakna ini sebelumnya. Sebelumnya, sebelum akhirnya aku hanya mampu memandang kisah kita menjadi usang dan tak berani kembali memandang.

No comments:

Post a Comment

Design by | SweetElectric