Pages

Welcome!

Tuesday, 28 April 2015

musik dini hari

Hay. Kali ini saya ceritakan sedikit tentang hal yang saya sukai ketika diberi kesempatan untuk bangun dini hari. Selain lebih bisa dekat dengan-Nya, ada hal lain lagi yang saya suka untuk terjaga jam segini; musik dini hari. Tentang suara kereta, alarm palang pintu kereta dan kau boleh percaya atau tidak, suara tungtingtingting-nya stasiun oun kedengaran. Ajaibnya simponi dini hari. Dan tiap kali mendengarnya, ketika itu pula memori saya dilempar ke sekitar 11 tahun yang lalu, tepatnya kelas 5 SD, itulah pertamakalinya saya naik kereta. Sungguh tak akan pernah bisa menghilangkan memori itu begitu saja, ini adalah tonggak sejarah bagi pengetahuan dan mungkin tingkat kegaulan saya haha canda. Mari saya ajak sedikit bercerita untuk mengisi dini haru sembari mebunggu kantuk datang lagi.
Jadi, itu adalah hari minggu, dan seperti anak generasi milenium lainnya, marathon film kartun wajib hukumnya untuk mengisi setiap detik tanpa jam pelajaran sekolah yang berharga. Dan entahlah saya lupa ada acara yang menayangkan soal kereta, kemudian saya menyeletuk dihadapan bapak ibu "pengen naik kereta". Sebenernya celetukan ini hanya keinginan anak kecil biasa, bahkan saya tak merajuk berlebih. Hanya kalimat itu saja. Tp bagi Allah mungkin celetukan itu adalah doa yang tulus dr bocah kecil lucu yang patut untuk segera diwujudkan. Beberapa jam kemudian ibu saya menyuruh saya mandi dan bersiap. Tp beliau tidak memberi tahu saya mau kemana. Saya sebagai bocah pasrah pasrah aja, toh berpergian kemanapun asal sama bapak ibu adalah hal terindah bagi saya, sampai saat ini pun hehe
Akhirnya bapak ibu dan saya berangkat menggunakan motor, how i miss those moment when we just had a motorcycle that take us to everywhere we want to go to :")  dibonceng ditengah, terus nnti kupingnya ditutup pakai tangannya ibu biar nggak dingin aaakk :") jd sedih, jadi mewek cerita ginian hihi
Tengah perjalanan saya pun bertanya "niki ajeng ten pundi sih bu?" (Ini mau kemana bu?)
"Jarene pengen numpak kereta" (katanya pengen naik kereta)
Mendengar jawaban ibu saya masih bingung, dan nggak percaya kalau celetukan (doa) itu dikabulkan sama Allah secepet itu
Dan terbyata benar saja, kurang dari satu jam perjalanan dari kulonprogo, kami sampai ditempat yang banyak keretanya; stasiun. Kemudian mulailah jiwa guru sekaligus merangkap sebagai ibu dilakoni oleh ibu saya. Beliau berdua, termasuk bapak menjelaskan kepada saya dimana tempat membeli tiket, bagaimana langkah langkah biar bisa masuk kereta dan segala galanya tentang kereta kepada saya. Kami membeli tiket prameks ke solo, saya lupa harganya berapa, yang saya ingat hanya tiketnya kecil warna biru agak tebel kayak kertas karton gitu. Dan saya excited banget pas bapak petugas tiketnya mbolongin tiket ditengah perjalanan (macam adegan di film polar express kali yak hahaha) Saya merasa emmmm entahlah, senang sekali yang saya tau. Itu pengalaman yang luar biasa bagi hidup saya. Dan dengan mengingat itu pula saya akan mengerti betapa sayangnya bapak ibu kepada saya :") Dan didini hari ini saya kembali menyeletukan doa untuk beliau berdua berharap Allah juga langsung mengabulkannya macam doa saya pengen naik kereta pada waktu itu. Aamiin hihi

No comments:

Post a Comment

Design by | SweetElectric